Atmosfer akademik di UIN Sultan Syarif Kasim Riau mendadak bergelora ketika lebih dari 350 lebih mahasiswa dan dosen dari berbagai disiplin ilmu memadati Aula Rektorat Lantai 5 pada 12 Mei 2026. Mereka hadir dalam seminar besar bertajuk “Optimalisasi Peran Sivitas Akademika dalam Tridarma Perguruan Tinggi Berbasis Sains dan Teknologi untuk Mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) dan Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI).” Kegiatan yang diinisiasi Puzzle Research Data Technology (Predatech) Fakultas Sains dan Teknologi ini menjadi salah satu forum akademik paling monumental tahun ini, menghadirkan pembahasan mendalam mengenai integrasi keberlanjutan global dan inklusi sosial dalam pendidikan tinggi modern.
Dalam kegiatan yang dibalut melalui program PRECISION (Predatech Creation and Inspiration of Technology) tersebut, Predatech kembali menunjukkan eksistensinya sebagai kekuatan akademik yang tidak hanya berfokus pada riset teknologi, tetapi juga pada pembangunan wawasan strategis sivitas akademika. Program ini dirancang sebagai ruang kolaboratif untuk memperkuat peran kampus dalam menjawab tantangan global melalui tridarma perguruan tinggi. Kehadiran peserta dalam jumlah besar mencerminkan meningkatnya kesadaran akademik terhadap pentingnya SDGs dan GEDSI sebagai fondasi utama pembangunan pendidikan yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.
Ketua Predatech, Mustakim, S.T., M.Kom., membuka wawasan peserta dengan memaparkan perjalanan panjang Predatech selama satu dekade terakhir. Ia menjelaskan bahwa lembaga tersebut telah menorehkan lebih dari 70 publikasi ilmiah bereputasi internasional yang terindeks Scopus. Selain itu, Predatech juga aktif menjalankan berbagai kegiatan akademik yang berkontribusi terhadap pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Menurutnya, seminar ini digagas sebagai bentuk tanggung jawab akademik untuk memperkuat pemahaman sivitas kampus terhadap SDGs dan GEDSI yang selama ini sudah dikenal, tetapi masih memerlukan pendalaman lebih luas agar implementasinya benar-benar maksimal.
Dukungan penuh terhadap kegiatan ini disampaikan langsung oleh Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Suska Riau, Dr. Yuslenita Muda, S.Si., M.Sc. Dalam sambutannya, ia menilai Predatech sebagai salah satu organisasi akademik paling produktif yang konsisten menghadirkan inovasi serta inspirasi bagi perkembangan fakultas. Menurutnya, kegiatan semacam ini sangat penting untuk dipertahankan dan terus diperluas karena mampu meningkatkan kualitas pemikiran sivitas akademika sekaligus memperkuat posisi fakultas dalam pengembangan ilmu pengetahuan berbasis teknologi dan keberlanjutan. Dekan menambahkan, kedepan Predatech harus merangkul semua kalanagan tidak hanya di FST saja, namun kolaborasi dengan seluruh elemen UIN Suska Riau diperlukan juga untuk memperluas riset dan wawasan akademik untuk mewujudkan visi UIN Suska Riau kedepan.
Muhammad Fauzan Ansyari, M.Sc., Ph.D., selaku Director of Satya Institute for Sustainability, hadir sebagai narasumber utama dengan membawakan materi tentang pentingnya membangun kesadaran akademik terhadap pendidikan pembangunan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi pusat transfer ilmu, tetapi harus mampu menjadi agen perubahan dalam mendorong tercapainya tujuan pembangunan global. Menurutnya, integrasi prinsip SDGs ke dalam kurikulum, riset, dan pengabdian merupakan langkah strategis dalam membangun generasi yang visioner, bertanggung jawab sosial, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Perspektif yang lebih aplikatif disampaikan oleh Ir. Kunaifi, S.T., PgDipEnST., M.Sc., Ph.D., yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan I FST sekaligus Vice Director of Satya Institute for Sustainability. Dalam sesinya, ia mengupas teknik penyusunan proposal riset dan pemberdayaan masyarakat berbasis SDGs serta GEDSI. Kunaifi mengungkapkan bahwa seminar seperti ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di UIN Suska Riau, meskipun dirinya telah banyak memberikan pelatihan serupa di berbagai wilayah Indonesia. Ia mengapresiasi Predatech yang dinilainya berhasil menghadirkan kegiatan luar biasa dengan dampak strategis.
Predatech telah berkembang jauh melampaui peran konvensional sebagai komunitas riset teknologi. Melalui PRECISION, organisasi ini mampu membangun ruang edukasi yang mempertemukan inovasi teknologi dengan isu sosial global secara harmonis. Ia melihat langkah Predatech sebagai model penting dalam pengembangan budaya akademik yang tidak hanya fokus pada prestasi ilmiah, tetapi juga pada pembangunan masyarakat inklusif dan berkelanjutan. Seminar ini, menurutnya, menjadi bukti bahwa kampus dapat berperan aktif dalam agenda pembangunan nasional dan internasional.
Kesuksesan seminar akbar ini semakin memperkokoh reputasi Predatech Fakultas Sains dan Teknologi UIN Suska Riau sebagai pionir kegiatan akademik inspiratif di Indonesia. Dengan mengangkat tema besar SDGs dan GEDSI, Predatech berhasil menciptakan ruang pembelajaran yang bukan hanya relevan secara akademik, tetapi juga berdampak sosial luas. Kegiatan ini menjadi penanda bahwa inovasi kampus tidak cukup hanya berhenti pada teknologi, melainkan harus terhubung erat dengan keberlanjutan, kesetaraan, dan inklusi demi menciptakan masa depan pendidikan tinggi yang lebih maju.
Tim Predatech



